Minggu, 01 Maret 2015

Tugas Resume 11

Hasil-hasil Mengikuti Rasul SAW
Hasil Ittiba’ Rasul SAW
Kita sudah tahu kewajiban kita kepada Rasul SAW à ada pihak yang tidak mau! Siapa?
MUNAFIKIN: mulutnya bicara madu, hatinya racun
Bukti: selalu bikin makar dan ambil kesempatan menikam, kalau ada, dan menyalahkan muslimin bila dalam perang dapat bencana
Contoh: Perang Tabuk yang diulas dalam surat At-Taubah
Jika benar imannya à tidak minta idzin dari jihad (tidak ikut)
Tuntutan IMAN à ITTIBA’ (ikut)

Mengikuti Rasul (اَلاِتِّبَاعُ)
Bila kita meyakini Rasul SAW (iman) maka mestilah mengikuti Rasul SAW. Percaya tapi tidak mau ikut à masih ragu-ragu. Kalau kadang ikut, kadang bolos?. Berarti masih ada keraguan di hatinya, belum percaya penuh  3:31 cinta Allah dibuktikan dengan ikut Rasulullah  2:102 orang yang sesat ikut setan
Dua Kebaikan
Setiap kali Allah dan RasulNya menyuruh kita berbuat sesuatu à ada kebaikan bagi kita , Dan selalu kebaikan yang diberikan oleh Allah berlipat-lipat dari amal yang kita kerjakan, Ketika Allah memerintahkan kita untuk ITTIBA’ kepada Rasulullah à Allah akan memberikan dua kebaikan di dunia dan akhirat
KEBAIKAN DI DUNIA
Cinta dari Allah (مَحَبَّةُ اللهِ), Rahmat dari Allah (رَحْمَةُ اللهِ), Hidayah dari Allah (هِدَايَةُ اللهِ), Kemuliaan (اَلْعِزَّةُ), Kemenangan (اَلْغَلَبَةُ) ,
KEBAIKAN DI AKHIRAT
Di samping kebaikan di dunia, Allah akan memberikan kebaikan di akhirat yiatu :Mendapatkan Syafaat (اَلشَّفَاعَةُ), Keceriaan Wajah (نُضَارَةُ الْوَجِهِ), Mendampingi Rasulullah (مُجَاوَرَةُ الرَّسُوْلِ), Bersahabat dengan Orang-orang Shaleh (مُصَاحَبَةُ), Kemenangan (اَلْفَلاَحُ), Mendapatkan Syafaat (اَلشَّفَاعَةُ).
Abu Hurairah ra menceritakan, "Kita  semua berada bersama Rasulullah s.a.w., lalu dihidangkanlah untuk beliau s.a.w. sebuah hasta dan ini memang sangat menyukakannya. Beliau s.a.w. menggigitnya sekali gigitan kemudian bersabda: "Saya adalah penghulu sekalian manusia besok pada hari kiamat, apakah engkau semua mengerti, apakah sebabnya demikian itu?" Allah akan mengumpulkan seluruh manusia yang dahulu-dahulu dan yang belakangan di suatu tanah, kemudian dilihat oleh  orang yang melihat dan dapat memperdengarkan kepada orang-orang itu orang yang mengundang. Matahari dekat sekali dengan mereka itu. Sekalian manusia mendapatkan kesusahan dan kesengsaraan, sehingga dirasakannya tidak kuat lagi menahannya dan tidak tahan lagi terhadap penderitaan itu. Para manusia itu lalu berkata: "Adakah engkau semua tidak mengetahui, hingga bagaimanakah keadaan yang  sama-sama engkau semua alami ini? Apakah engkau semua tidak memikirkan kepada siapakah yang kiranya dapat memberikan syafaat untukmu semua kepada Tuhanmu?"
Mendatangi Adam AS dan Ulul ‘Azmi
Manusia mendatangi Adam AS (bapak manusia), Nuh AS (rasul pertama), Ibrahim AS (khalilullah),  Musa AS (kalamullah), dan Isa AS (kalimatullah), tapi semua menjawab, “Nafsii, nafsii, nafsii.” (diriku, diriku, diriku)
Mereka mendatangi Muhammad SAW kemudian beliau bersujud kepada Allah. Allah mempersilakan beliau untuk mengajukan permintaan, maka beliau mengatakan, "Ummat hamba, ya Tuhan; ummat hamba, ya Tuhan; ummat hamba, ya Tuhan." Setelah itu lalu diucapkan: "Hai Muhammad, masukkanlah orang-orang yang tidak diperlukan untuk dihisab lagi dari ummatmu itu dari pintu sebelah kanan. Orang-orang itupun juga sebagai kawan-kawan para manusia yang akan masuk dari pintu selain pintu kanan.“ (HR. Bukhari-Muslim)
Keceriaan Wajah (نُضَارَةُ الْوَجِهِ)
Pada hari kiamat umat Rasul SAW wajah dan seluruh anggota wudhunya bercahaya à perumpamaan: kuda belang putih wajah dan kakinya di antara kuda yang semua hitam
Beliau s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya ummatku yang akan datang itu ialah dalam keadaan bercahaya wajahnya serta putih bersih tubuhnya dari sebab berwudhu' dan saya adalah yang terlebih dulu dari mereka itu untuk datang ke telaga - haudh," (Riwayat Muslim)
Mendampingi Rasulullah  (مُجَاوَرَةُ الرَّسُوْلِ)
Aisya ra berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau benar-benar lebih aku cintai dari diriku, lebih aku cintai dari pada anakku, dan sungguh saat aku berada di rumah lalu mengingatmu maka aku tidak sabar hingga melihatmu, dan apabila mengingat matiku dan matimu, aku tahu sungguh engkau apabila masuk sorga engkau ditinggikan bersama para nabi, sedang aku bila masuk sorga aku takut tidak melihatmu lagi.’ Nabi SAW tidak menjawab apa-apa, hingga Jibril menurunkan ayat 69 surat an-Nisa.”
Seorang pemuda datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami dan engkau bisa melihat di dunia ini, sedang di hari kiamat kami tidak bisa melihatmu karena sesungguhnya di sorga pada tingkat yang tinggi,” maka turunlah 4:69

Bersahabat dengan Orang-orang Pilihan (مُصَاحَبَةُ)
Siapa mereka?
Mereka adalah orang-orang mulia yang telah diberi nikmat oleh Allah, dan mereka hanya ada 4 golongan: para nabi, shiddiqin, syuhada, dan sholihin
4:69 وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar