Minggu, 01 Maret 2015

Tugas Resume 13

اَلتَّوَازُنُ
Sikap terhadap Dua Hal
Tawazun (keseimbangan) sangat penting dalam kehidupan à tidak tawazun akan fatal akibatnya. Biasanya tawazun berkaitan dengan mensikapi dua atau beberapa amal yang mesti dilakukan agar sikapnya tepat (adil): memberikan hak kepada yang berhak
Tawazun di Alam Semesta
       Allah SWT menciptakan langit dan semua isinya dengan tawazun. 55:7-9 ada 3 sikap:
     Tawazun: وَوَضَعَ الْمِيزَانَ à وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ
     Jangan berlebihan: أَلا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ
     Jangan mengurangi: وَلا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ
       Ada perintah dan larangan agar tetap menjaga keseimbangan (tawazun). Bagaimana sikap tawazun dalam diri manusia?
Adanya fitrah inilah yang membuat manusia memiliki kecenderungan kepada kebaikan atau yang disebut HANIF. Maka kecenderungan baik (hanif) mesti dipertahankan à 30:30 perintah untuk perhatian terhadap DIEN YANG LURUS, yang akan membawa fitrah tetap pada jalan yang lurus. Ingat! Bahan baku yang telah diberikan Allah itu baik, tapi jika tidak dipelihara akan rusak . Agar fitrah yang hanif ini terpelihara dengan baik, perlu bersikap TAWAZUN terhadap 3 potensi manusia: jasad, akal, dan ruh
       Manusia menurut Islam terdiri dari 3 unsur:
  1. JASAD (physical being)
  2. AKAL (intellectual being)
  3. RUH (spiritual being) à Barat sering melupakan yang ini
اَلْغِذَاءُ اَلْعَقْلِيُّ (Makanan Akal)
       Makanan akal adalah ILMU
       Kurang ilmu à akalnya lemah, “kurus” (bodoh)
       Seperti makanan jasad, ilmu pun mesti yang baik sehingga bermanfaat
       Ilmu yang buruk: ilmu sihir, ilmu mencuri, dll
       Ada tiga surat yang pertama turun
  1. Al-’Alaq: 1-5 à perintah membaca (iqra’)
  2. Al-Qalam à ayat 1 Demi PENA dan apa yang DITULIS
  3. Al-Muzammil:1-19 à perintah membaca al-Qur’an dengan perlahan (tartil)
       Pada masa kejayaan Islam, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat
       Jika ilmu itu berkembang dengan baik, maka akan muncul hikmah (sikap bijak)
       2:269 hikmah = kebaikan yang banyak
       Hikmah adalah memahami al-Qur’an
       Hikmah adalah kesesuaian ucapan dan perbuatan (الإصابة في القول والفعل)
       Hikmah adalah mengenal agama, memahaminya, dan mengikutinya
       Hikmah adalah pemahaman
       Hikmah adalah rasa takut (al-khasyyah) kepada Allah, karena pangkal segala sesuatu adalah takut kepada Allah
Dzikrullah
33:41 dzikir yang banyak (ciri mu’min). 4:142 dzikir yang sangat sedikit (ciri munafik). “Aku terserah kepada persangkaan hamba-Ku terhadap Ku, jika ia menginat-Ku (baca: berdzikir) dalam diri-Nya, aku akan menyebutnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku didalam sebuah jamaah, aku akan menyebutnya di dalam jamaah yang lebih baik dari mereka.” (Hadits Qudsi, Muttafaqun ‘Alaihi dari hadits Abu Hurairah)
       Dzikir di sini bukanlah sebatas dzikir ucapan, tetapi
       taubat itu merupakan dzikir
       tafakkur itu dzikir
       menuntut ilmu itu dzikir
       mencari rezeki-jika niatnya baik-jiga termasuk dzikir
       dan segala sesuatu yang di sana ada upaya taqarrub kepada Allah dan anda selalu waspada akan pengawasan-Nya kepada anda, maka itu adalah dzikir.
       Oleh karena itu orang yang arif adalah orang yang bisa berdikir di setiap waktu dan kesempatan
Adab Berdzikir
  1. Khusyu’, menghadirkan hati dan pikiran akan makna-makna lafal yang terucap, berusaha terwarnai olehnya, serta berusaha menetapi maksud dan tujuannya.
  2. Merendahkan suara sebisa mungkin, dengan konsentrasi yang penuh dan iradah yang sempurna, sehingga tidak mengganggu yang lain (Al-A’raf: 205)
  3. Sesuai dengan jamaah (irama dan suaranya), jika kebetulan dzikirnya itu bersama jamaah. Usahakan agar tidak mendahului, terlambat, atau mengungguli bacaan mereka
  4. Bersih pakaian dan tempat, memperhatikan tepat-tempat yang terhormat dan waktu-waktu yang sesuai
  5. Mengakhiri dengan penuh khusu’ dan adab, menjauhi kesalahan dan main-main, yang hal itu bisa menghilangkan faedah dan pengaruh dzikir.
Macam-macam Dzikir
  1. Al-Wazhifah
  2. Wirid Qur’an
  3. Doa-doa siang dan malam
  4. Doa-doa yang ma’tsur dalam berbagai kesempatan
  5. Wirid Ikhwan: wirid doa dan wirid rabithah
والله أعلم بالصواب


Tidak ada komentar:

Posting Komentar