MAKNA
DUA KALIMAT SYAHADAT
PENTINGNYA DUA KALIMAT SYAHADAT
RUKUN ISLAM
Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa
tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan
Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa
Ramadhan
Syahadat diletakkan di urutan PERTAMA dalam rukun
Islam berarti syahadatain itu sangat penting. Ia menjadi titik tolak baiknya
rukun selanjutnya
SYAHADAT PINTU
MASUK ISLAM
Ini
bagi yang orang kafir yang mau masuk Islam, Setelah ia mengucapkan syahadat,
maka ia Muslim, apapun niatnya (niat urusan Allah). Karena Syahadatain
merupakan SATU-SATUNYA PINTU untuk masuk kedalam Islam, Meski kita sudah berada
di dalam rumah Islam (MUSLIM), penting juga untuk mendalaminya.
Ada
sementara kelompok Muslim yang
mewajibkan syahadat ulang bagi Muslim (kalau sudah aqil baligh); kalau tidak,
berarti kafir, Dalam Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Sirah tidak ada yang menyebutkan
masalah ini. Kalau masalah ini menyangkut ke-Islam-an tentu dibahas di ketiga sumber
Islam itu, jadi kesimpulannya tidak ada ajuran untuk syahadat ulang.
Inti
ajaran Islam adalah Ikhlas kepada Allah dan mengikuti ajaran Rasul SAW, Keduanya
ada dalam syahadatain. Inti Al-Qur’an ada di surat Al-Fatihah à
Penting, sehingga wajib dibaca setiap shalat.
Mempelajari
sesuatu lebih mudah dari yang global lebih dahulu, baru yang lebih rincinya. Semasa
di sekolah juga seperti itu, Kenapa belajar Islam tidak demikian? (Tidak
memulai dari mempelajari Syahadatain?)
فَاعْلَمْ
أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ
لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Maka
ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan
mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan
perempuan (47:19)
SYAHADAT
HAKIKAT DAKWAH PARA RASUL
Setiap
rasul yang diutus oleh Allah, pasti membawa kalimat syahadat. Jadi ini seperti
PESAN BERANTAI. Ini menunjukkan bahwa PESAN (SYAHADAT) ITU SESUATU YANG SANGAT
PENTING
Wahyu
setiap Rasul :
وَمَا
أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ
إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ
Dan
Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan
kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka
sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
Wahyu
untuk Nabi Nuh AS (7:59) :
لَقَدْ
أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا
لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ
عَظِيمٍ
Sesungguhnya
Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku
sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya."
Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa
azab hari yang besar (kiamat).
Wahyu
untuk Nabi Hud AS (7:65) :
وَإِلَى
عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ
إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلا تَتَّقُونَ
Dan
(Kami telah mengutus) kepada kaum Ad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai
kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka
mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"
Wahyu
untuk Nabi Salih (7:73) :
وَإِلَى
ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ
مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ
Dan
(Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia berkata.
"Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu
selain-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar