Kamis, 12 Februari 2015

Tugas Resume 4

KANDUNGAN DUA KALIMAT SYAHADAT



Muqodimah

Syahadatain begitu berat diperjuangkan oleh para sahabat, bahkan mereka siap dan tidak takut terhadap segala ancaman kafir. Sahabat nabi, misalnya Habib berani menghadapi siksaan dari Musailamah yang memotong tubuhnya satu persatu, Bilal bin Rabah tahan menerima himpitan batu besar di tengah hari dan sederet nama lainnya. Mereka mempertahankan syahadatain.

Muncullah pertanyaan kenapa mereka bersedia dan berani mempertahankan kalimah syahadat? Ini disebabkan karena kalimah syahadat mengandung makna yang sangat mendalam bagi mereka. Syahadat bagi mereka mempunyai arti yang sebenarnya mencakup pengertian ikrar, sumpah dan janji. Mayoritas umat Islam mengartikan syahadat sebagai ikrar saja. Apabila mereka tahu bahwa syahadat juga mengandung arti sumpah dan janji, serta tahu bahwa akibat janji dan sumpah, maka mereka akan benar-benar mengamalkan Islam dan beriman.

Kandungan Kalimat Syahadat :

Pernyataan (al-Iqraaru), yaitu suatu pernyataan seorang muslim mengenai keyakinannya. Pernyataan ini sangat kuat karena didukung oleh Allah, Malaikat dan orang-orang yang berilmu (para nabi dan orang yang beriman). Hasil dari ikrar ini adalah kewajiban kita untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang diikrarkan.
Ø Q.3: 18, syahadat yang berarti ikrar dari Allah, Malaikat dan orang-orang yang berilmu tentang Laa ilaha illa Allah. Q.7: 172, ikrar tentang Rububiyatullah manusia merupakan alasan bagi ikrar tentang keesaan Allah. Q.3: 81, ikrar para nabi mengakui kerasulan Muhammad Saw meskipun mereka hidup sebelum kedatangan Rasulullah Saw.

Sumpah (al-Qasamu), yaitu pernyataan kesediaan menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan syahadat. Muslim yang mengucapkan syahadat berarti siap dan bertanggung-jawab dalam tegaknya Islam. Pelanggaran terhadap sumpah ini adalah kemunafikan dan tempat orang munafik adalah neraka jahanam.
Beberapa ciri orang yang melanggar sumpah adalah dengan memberikan wala’ kepada orang-orang kafir, memperolok ayat-ayat Allah, malas dalam sholat dan tidak punya pendirian.
Ø Q.63: 1-2, syahadat berarti sumpah. Orang-orang munafiq berlebihan dalam pernyataan syahadatnya, padahal mereka tidak lebih sebagai pendusta. Q.4: 138-145, beberapa ciri orang yang melanggar sumpahnya yaitu memberikan wala kepada orang-orang kafir, memperolok-olok ayat Allah, mencari kesempatan dalam kesempitan kaum muslimin, menunggu-nunggu kesalahan kaum muslimin, malas dalam sholat dan tidak punya pendirian. Orang-orang mukmin yang sumpahnya teguh tidak akan bersifat seperti tersebut.

Perjanjian yang teguh (al-Miitsasqu), yaitu janji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah yang terkandung dalam Kitabullah maupun Sunnah Rasul.
Syahadat adalah mitsaq yang harus diterima dengan sikap sam’an wa tho’atan dan didasari dengan iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-Nya, Rasul-Nya, hari akhir dan qadar baik maupun buruk.

Ø Q.5: 7, 2: 285, syahadat adalah mitsaq yang harus diterima dengan sikap sam’an wa tha’atan didasari dengan iman yang sebenarnya terhadap Allah, Malaikat, Kitab-kitab, Rasul-rasul, Hari Akhir dan Qadar baik maupun buruk. Q.2: 93, pelanggaran terhadap mitsaq ini berakibat laknat Allah seperti yang pernah terjadi pada orang-orang Yahudi.

Kalau kita benar-benar menghayati ketiga makna ini, maka kita telah memiliki komitmen di dalam hati kita à hati terikat dengan syahadatain. Komitmen itulah yang disebut IMAN Contoh pribadi yang menyadari ini:
  1. Bilal bin Rabbah
  2. Yasir dan Sumayyah
  3. Mush’ab bin Umair
Konsisten
Keimanan seorang muslim yang mencakup tiga unsur di atas mesti selalu dipelihara dan dijaga dengan sikap istiqamah. Istiqamah adalah konsisten, tetap dan teguh. Tetap pada pendirian, tidak berubah dan tahan uji. Sikap istiqamah akan melahirkan tiga hal yang merupakan ciri orang-orang beriman sempurna, yaitu:

keberanian 
Muncul karena keyakinan sebagai hamba Allah yang selalu dibela dan didukung Allah. Tidak takut menghadapi tantangan hidup, siap berjuang untuk tegaknya yang haq (benar). Keberanian juga bersumber kepada keyakinan terhadap qadha dan qadar Allah yang pasti. Tidak takut pada kematian karena kematian di jalan Allah merupakan anugerah yang selalu dirindukannya.

tenangan 
berasal dari keyakinan terhadap perlindungan Allah yang memelihara orang-orang mukmin secara lahir dan batin. Dengan senantiasa ingat pada Allah dan selalu berpanduan kepada petunjukNya (kitabullah dan sunnah), maka ketenangan akan selalu hidup di dalam hatinya.

optimis meyakini bahwa masa depan adalah milik orang-orang yang beriman. Kemenangan ummat Islam dan kehancuran kaum kufar sudah pasti. Mukmin menyadari bahwa amal perbuatan yang dilakukannya tidak akan sia-sia, melainkan pasti dibalas Allah dengan pembalasan yang sempurna.

Kebahagiaan
Ketiga hasil istiqamah tadi akan membuat kebahagiaan bagi orang yang memilikinya. Jadi hanya syahadat sejati yang dapat menimbulkan sa’adah. Hanya Islam dengan konsep syahadat yang dapat memberikan kebahagiaan kepada manusia di dunia maupun di akhirat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar